Soekirman Menjadi Pembicara Kerukunan Beragama di Tanzania

Bupati Sergai, Ir.H.Soekirman
Bupati Sergai, Ir.H.Soekirman.(Foto:MEDANmerdeka/dok)

SERGAI – Dalam waktu dekat, Bupati Sergai H Soekirman akan menghadiri undangkan menjadi pembicara pada konfrensi perdamaian oleh Eastern and Coastal Diocese Of The Evangelical Lutheran Church in Tanzania (ELCT). Pertemuan ini nantinya akan membahas tentang kerukunan umat beragama dan penyelesaiannya.

Konfrensi yang berlangsung pada Kamis 19 hingga 23 September 2019, diselenggarakan di Zanzibar, Tanzania, Afrika.  Sebagaimana diagendakan, konfrensi ini nantinya akan membahas "Harmonisasi Hubungan Beragama di Indonesia khusus di Kabupaten Serdang Bedagai".

Sebelumnya, bupati Sergai ini juga menjadi pembicara toleransi antar umat beragama bersama sejumlah tokoh nasional di Konsultasi Nasional HKBP Jakarta, bersama Prof. KH. Aqil Siradz, Prof Din Syamsuddin, Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan, Luhut Binsar Panjaitan dan sejumlah Pendeta HKBP.

“Insyah Allah, saya hadir. Karena banyak hal yang akan disampaikannya dalam konfrensi ini, salah satunya proses penyelesaian kasus konflik antar umat beragama, dan peranan pemerintah dalam penyelesaian konflik,” kata Soekirman kepada medanmerdeka.com, Jumat (6/9/2019).

Soekirman menganggap kehadirannya dalam konfrensi ini sangat penting. “Akan saya sampaikan bahwa Indonesia, khususnya Sergai hubungan antar umat beragama sangat baik. Karena pemerintah daerah hadir di tengah-tengah lembaga lainnya seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG), Forum Komunikasi  Umat Beragama (FKUB)," ujarnya.

Disamping itu, sambung Sokirman, pemerintah daerah (Sergai) juga mengalokasikan anggaran  untuk kegiatan keagamaan di dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ((APBD) baik itu agama Islam, Kristen, Budha maupun Konghucu.

Mengenai pembangunan rumah ibadah pemerintah daerah berpegang pada SKB Tiga Menteri dan peraturan bersama menteri agama dan menteri dalam negeri No. 9 Tahun 2006 tentang syarat-syarat pendirian  rumah ibadah.

Penulis: Rasum Santarwi
Editor: Redaksi

Baca Juga