Terkait surat pengunduran diri Bupati Madina

Tak Perlu Ditanggapi Berlebihan

Pengurus DPD Praktisi Hukum Muda Indonesia (PHAI) Sumut, Muhammad Arif Harahap SH.(foto:mm)
Pengurus DPD Praktisi Hukum Muda Indonesia (PHAI) Sumut, Muhammad Arif Harahap SH.(foto:mm)

SIDIMPUAN - Beredarnya surat pengunduran diri Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution tak perlu ditanggapi berlebihan sehingga menimbulkan penafsiran beragam sehingga menimbulkan fitnah dan hoak.

Hal tersebut disampaikan pengurus DPD Praktisi Hukum Muda Indonesia (PHAI) Sumut, Muhammad Arif Harahap SH kepada medanmerdeka.com, Minggu (21/4/2019). "Terlepas benar atau tidak, itu hak dia (Dahlan) dan hal ini biasa saja," ujarnya.

Arif mengajak semua elemen masyarakat untuk tidak berlebihan merespon beredarnya surat tersebut yang kebenarannya masih diragukan.

"Tak bisa dipungkiri ini menarik  publik, apalagi sosok seroang Bupati. Namun biasa saja, jangan buat isu dan dikaitkan dengan Pemilu yang nantinya dapat memicu dan mengganggu Kamtibmas di Tabagsel," kata Arif.

Disamping itu, Arif mengajak semua pihak dan pengguna medsos untuk tidak terlalu cepat dan gampang menyebarkan informasi-informasi lain, diluar isi surat yang beredar dengan penafsiran yang berbeda-beda yang nantinya menimbulkan informasi hoak.(mm)

Penulis: Ginting
Editor: Redaksi

Baca Juga