DPC PAN Tapsel Desak Kepolisian Usut Penyebab Banjir Bandang Desa Mosa Palang

Ketua DPC PAN Tapsel Borkat.(foto:mm)

Ketua DPC PAN Tapsel Borkat.(foto:mm)

Medanmerdeka.com – Dewan Pimpinan Cabang (PAN), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mendesak kepolisian agar mengusut penyebab banjir bandang yang menerjang Dusun Mosa Palang. Kecamatan Angkola Selatan, hingga jatuhnya korban jiwa.

Ketua DPC PAN Tapsel Borkat mengatakan, banyaknya ditemukan kayu gelondongan di lokasi kejadian mengindikasikan adanya dugaan maraknya penebangan hutan. Kecurigaan itu semakin bertambah mengingat di sekitar wilayah terjadinya banjir bandang sering keluar kayu-kayu bulat yang legalitasnya layak dipertanyakan.”Kita meminta kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab banjir bandang ini,” tegas Borkat, Selasa (4/12/2018)

Curah hujan yang tinggi  menyebabkan air sungai meluap kerap dijadikan alasan banjir bandang.”Tanpa mau mengusut, curah hujan kerap dijadikan kambing hitam,”imbuhnya.

Selain itu, dia meminta kepada masyarakat agar tidak asal-asalan untuk membuka kawasan hutan, sehingga apabila terjadi hujan akan ada penahan air.”Kalau kayu sudah habis maka tidak ada lagi penahan air, makanya jangan buka hutan sembarangan,”tuturnya.

Sebelumnya desakan yang sama juga disampaikan DPD KNPI Tapsel.Selain meminta kepolisian mengusut tuntas, KNPI juga akan menurunkan tim investigasi untuk mencari tau penyebab banjir bandang terjadi.

“KNPI akan menggandeng lembaga lain untuk menurunkan tim ke lapangan mengenai penyebab banjir bandang yang membawa gelondongan kayu,” kata Ketua DPD KNPI Tapsel Hajrul Aswat Siregar didampingi Wakil Ketua I, Ady Syahputra Husni Nasution, Senin (3/12/2018).

Menurut Ady, tidak tertutup kemungkinan, maraknya illegal loging dan pembukaan lahan baru untuk perkebunan di wilayah Angkola Selatan, kami anggap sebagai penyebab banjir bandang hingga mengakibatkan jatuhnya sejumlah korban jiwa.

“Data permulaan telah kami miliki, dimana praktek ilegal loging masih terjadi di Angkola Selatan, namun kami harus lebih menyempurnakan dalam pengumpulan data yang lebih kongkrit. Tujuannya agar tidak salah menuding pihak tertentu”, kata Ady.

Sementara itu, Kapolres Tapsel, AKBP Irwa Zaini Adib belum bisa memberikan keterangannya, karena pesan singkat yang ditujukan kepadanya belum dijawab.(ir/mm)

Comment