oleh

Kasus Oknum Kades, Cabuli Korban Pingsan di Rumah Kosong

Medanmerdeka.com –  Kasus oknum Kades di Kecamatan Padangbolak, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) yang melakukan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur, NR (16) hingga kini masih dalam penyelidikan kepolisian.

Dari keterangan korban kepada Lembaga Perlindungan Anak (LPA), diduga perbuatan tak senonoh itu dilakukan pelaku setelah lebih dulu membius korbannya dengan mencekoki minuman hingga akhirnya pingsan tak sadar diri.

Setelah korban tak sadarkan diri, HBS membawanya ke rumah kosong tak jauh dari tempat tinggalnya. Disitulah, perbuatan tersebut dilakukan pertama kali. NR sendiri baru tau setelah sadar, dilihatnya tubuhnya sudah tak berbalut pakaian. “Korban mengaku pingsan setelah diberi minuman air mineral oleh pelaku,” terang Farida Chairani.

Perbuatan itu kembali terjadi beberapa hari kemudian. Dengan alasan yang sama, HBS menjemput NR di tempatnya bekerja sebagai karyawan toko.Dalam perjalanan di dalam mobil, terduga pelaku memberi korban minuman dan makan nasi goeng di Pasar Gunung Tua. “Pelaku selalu melakukan aksinya ketika korbannya pingsan tak sadarkan diri, kejadiannya tetap dilakukan di rumah kosong samping rumah tersangka,” bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua LPA Kabupaten Paluta, Farida Chairani menuturkan kasus yang kini sudah dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut. Dan, kasus ini sendiri sudah membuat  masyarakat desa geram melihat tingkah dan prilaku oknum Kades HBS.

“Masyarakat desa sudah pernah melabrak rumah oknum kades.Masyarakat resah melihat prilaku yang bersangkutan, apalagi perbuatan ini justru dilakukan aparatur desa,” kata Farida. Bahkan, sambung Farida, sebanyak 71 warga desa melaporkan kasus ini ke Polres Tapsel, yang akhirnya tidak berkembang dan membuat LPA membawa kasus ini ke Polda Sumut.

Kasubdit IV/Renakta Ditreskrimum Poldasu AKBP Hari Sandy Sinurat mengaku, pihaknya sudah menerima kedatangan korban, para saksi didampingi LPA Sumut. Aspirasi pihak korban sudah didengarkan. Bahkan, Subdit 4, sempat diberikan konseling kepada korban.

Namun Sandy menepis kasus ini sudah dihentikan (SP3). Ia mengaku sudah menghubungi Kasat Reserse Kriminal Polres Tapanuli Selatan dan mendapat informasi kasus ini tidak di-SP3-kan. Dikatakan, kasusnya belum duduk karena korban kepada penyidik Polres Tapsel, tidak mengakui dicabuli pelaku. Sehingga penyidik tidak memiliki alat bukti yang cukup untuk melanjutkannya.

Kendati demikian, kata Sandy Sinurat, pihaknya telah menyarankan korban melapor ke Wasidik (bidang pengawasan penyidik) Poldasu. Tujuannya, agar Wassidik yang memanggil penyidik Polres Tapsel. Jika perlu, dilakukan gelar perkara di markas Polda Sumut, dengan mengundang pihak lain untuk mendapatkan masukan. “Jadi kasusnya belum dihentikan. Cuma penyidik Polres Tapsel tidak memiliki alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka,” pungkas Sandy.(thoriq/mm)

News Feed