Film Demi Waktu

Kisah Lafran Pane Shooting Perdana di Tanah Kelahiran

TAPSEL – Shooting perdana film Demi Waktu, kisaran sosok Pahlawan nasional, Prof Lafran Pane dilakukan di tanah kelahirannya di Desa Pangurabaan, Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel),Rabu (9/10/2019).

Sekda Tapsel Parulian Nasution yang juga merupakan Koordinator MD KAHMI Tapsel menyampaikan, sesungguhnya Prof Lafran Pane, merupakan sosok yang memiliki andil besar terhadap permulaan sepak terjang HMI. Tokoh pendiri yang hidupnya sudah dijadikan sebagai nafas dalam HMI, sehingga tidak sejengkal pun melupakan HMI sampai berkembang menjadi organisasi terbesar di Asia Tenggara.

HMI didirikan Prof Lafran Pane pada tanggal 5 Februari 1947. Menjadi organisasi mahasiswa pertama di Indonesia, organisasi pengkaderan berlebelkan Islam dan memiliki tujuan besar dalam perjuangan NKRI. tujuan membangun Islam bersamaan dengan dinamika ke Indonesiaan saat itulah menjadi dasar atas berdirinya HMI oleh Prof Lafran Pane.

Semoga dengan pembuatan film ini, menjadi tontonan publik yang nantinya bisa menjadi sumber inspirasi, aspirasi dan motivasi, tidak hanya bagi warga KAHMI dan HMI semata akan tetapi bisa menjadi motivasi bagi generasi milleneal kedepan yang mampu merencanakan masa depan dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Prof Lafran Pane mengarahkan organisasi itu dengan mengedepankan pengkaderan sebagai jantung organisasinya, melalui pengkaderan itulah yang menjadi pengembangan tradisi intelektual dalam membedakan HMI dengan organisasi lainnya.

Selanjutnya Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) menyampaikan rasa salut dan bangga serta ucapan terima kasih kepada Kakanda DR. Ir. Akbar Tanjung yang telah menjadi inisiator atas pembuatan film Demi Waktu biografi Prof Lafran Pane sebagai wujud kecintaan beliau yang amat dalam terhadap organisasi HMI dan KAHMI.

"Akbar Tanjung merupakan kader HMI yang sangat militan terhadap keluarga KAHMI dan HMI karena tidak pernah berhenti berpikir dan berbuat demi kemajuan dan membesarkan KAHMI dan HMI ke depan," ujarnya.

Oleh karenanya, kita sebagai keluarga KAHMI dan HMI kiranya bisa menteladani semangat dan kerja keras Akbar Tanjung untuk mempertahankan identitas organisasi bahkan meningkatkan eksistensi KAHMI dan HMI dengan mengedepankan soliditas dan solidaritas antara sesama keluarga KAHMI dan HMI.

HMI itu majemuk dalam kebersatuan dan bersatu dalam kemajemukan, ketika muncul perbedaan tetap bersatu karena HMI dan KAHMI itu lahir dari rumah pusaka yang sama dan tidak ada bapak dan ibu akan tetapi kita punya abang. Semoga semangat persaudaraan kita akan lebih besar dan lebih dikuatkan dengan ridha Illahi.

Sekda juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada produser film ternama dengan nama besarnya Rizal Mantovani yang juga peran terbaiknya Mathias Muchus dan ibu Ratna serta yang tidak kalah pentingnya peran aktor Dimas Anggara.

Semoga film ini menjadi film terbaik dan bisa menjadi pembelajaran bagi generasi milleneal kedepan untuk bagaimana merencanakan masa depan yang bermodalkan kemauan, kecerdasan dan dedikasi yang tinggi

Baca Juga