Kasus penikam sopir angkot yang tewas dantung diri

Kontras Desak Polisi Ungkap Kematian Ondogogo

TAPSEL - Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), dalam waktu dekat akan menyurati pihak kepolisian Polres Tapanuli Selatan (Tapsel), guna mengungkap penyebab kematian Ondogogo Giawa yang ditemukan tewas gantung diri di kebun milik warga Desa Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat. Tapsel.

"Kami akan menyurati Polres Tapsel, agar penyebab kematian Ondogogo bisa terungkap sesuai dengan laporan pihak keluarga ke instansi kepolisian," kata Amin Multazam, Koordinator Kontras Sumut, Selasa (8/1/2019).

Dikatakan Amin, pengungkapan kasus ini sudah menjadi tanggung jawab polisi untuk membuktikan penyebab kematian Ondogogo yang selama ini masih menjadi tanda tanya khususnya bagi keluarga.

Kontras akan mendorong kepolisian untuk melakukan penyelidikan terhadap laporan yang sudah dilayangkan oleh pihak keluarga."Kami akan dorong agar pihak kepolisian transparan terhadap penyebab kematian Ondogogo,"tandasnya.

Sementara itu, Sediama Giawa (30), salah seorang keluarga Ondogogo mengatakan, beberapa minggu yang lalu, pihak keluarga sudah membuat laporan tertulis ke Polsek Batangtoru. "Kami sudah buat laporan tertulis ke Polsek Batangtoru dengan tembusan Polres Tapsel dan Mabes Polri,"ujarnya.

Dalam surat itu disebutkan, pihak keluarga merasa curiga terhadap kematian Ondogogo yang semula divonis pihak kepolisian tewas karena gantung diri. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata ada  luka ditubuh korban terutama di bagian kepala dan kaki. "Atas kecurigaan itu, makanya kami buat surat ke pihak kepolisian memohon dilakukan penyelidikan ulang," ujarnya.

Dia menduga, kematian Ondogogo Giawa tidak disebabkan bunuh diri, karena selain ditemukan memar, akar kayu yang ditemukan melilit di lehernya tidak bisa ikat oleh satu orang. Ironisnya, pohon tempat ditemukannya Ondogogo tergantung sudah ditebang.

Pihak keluarga hanya meminta kepastian hukum tentang penyebab kematian Ondogogo."Kami hanya minta ketransparanan polisi mengenai penyebab kematian saudara kami,"tuturnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Minggu (16/12/2018) terjadi penikaman terhadap supir angkutan minibus, Amiruddi  Harahap (32) warga Huta Koje, Desa Parsalakan, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan yang dilakukan Ododogo Giawa saat mobil melintas di kawasan Kelurahan Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat. Kala itu, korban yang menerima 4 tikaman tersebut menghentikan laju kenderaannya.

Disaat itulah, Ododogo keluar dari dalam mobil dan menuju kebun salak milik warga. Sementara itu, korban penikaman dilarikan ke rumah sakit TNI, Kota Padangsidimpuan. Tak berselang lama, Ododogo pun ditemukan tewas tergantung di kebun salak milik warga.(thoriq)

Penulis: Thoriq
Editor: Redaksi

Baca Juga