oleh

Pembayaran Lahan Selesai, Pembangunan PLTA Batangtoru Dikebut

Medanmerdeka.com– Mega proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), terus dikebut, menyusul telah selesainya proses pembayaran ganti rugi lahan warga.

“Saat ini, kami sedang membuka lahan di wilayah Batangtoru dalam rangka pembuatan jalan akses terbatas menuju lokasi utama dari proyek PLTA Batangtoru,”ujar Menejer Humas PT North Sumatera Hydro Energy kepada wartawan Selasa (12/6/2018).

Pembangunan PLTA Batangtoru, dirancang sebagai PLTA irit lahan dan menggunakan energy baru terbarukan dan merupakan sebuah proyek yang dikembangkan untuk pemasok listrik di wilayah Pulau Sumatera.

“Sampai hari ini, kami sudah membuka lahan hingga 40 persen dari panjang ruas jalan yang direncanakan,”tuturnya. Luas lahan yang telah dibebaskan kurun waktu 2013-2017 oleh PT NSHE sepanjangan 677. Pembuatan jalan akses terbatas menuju lokasi utama proyek sudah dimulai sejak Desember 2017. Selain itu, PT NSHE, sudah menyelesaikan berbagai kesiapan lain yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati.

“PLTA Batangtoru memang dirancang sebagai perusahaan yang berwawasan lingkungan dengan minimnya penggunaan lahan sebagai Dam yang hanya memerlukan 90 hektar lahan saja,”tuturnya. Dijelaskannya, Dam tersebut akan bekerja dengan metode run off river hydropower, sehingga akan dipastikan ketergantungan dengan ketersediaan air yang cukup.

Tepisah, kuasa hukum PT NSHE, Samsir Alam Nasution menjelaskan, seluruh proses hukum yang berkaitan dengan pembelian dan pembayaran lahan tahap pertama telah selesai dilakukan seluruhnya. “Perusahaan telah membayar  empat kali lipat lebih besar dari harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP),”ujarnya kepada wartawan.

Dia berharap kepada seluruh masyarakat agar bahu membahu untuk percepatan terujudnya mega proyek tersebut. Sementara itu,  Hasbullah Pospos, salah seorang warga Desa Adat, yang lahannya telah dibeli oleh perusahaan di Dusun Paske, Desa Batang Paya, Kecamatan Sipirok. Menurutnya, harga yang diterimanya dari perusahaan dianggap sudah sangat layak dan prosesnya juga sudah selesai dilakukan.

“Hasil jual beli tanah dengan perusahaan itu sekarang punya modal untuk membuka usaha untuk keluarga,”tandasnya. Dia berharap agar pengerjaan proyek itu dapat dukungan dari semua sektor, sehingga percepatan ekonomi dapat terealisasi.(thoriq/mm)

Komentar

News Feed