Polres Tapsel Mengungkap Misteri Kematian Sandro Simanjuntak

Medanmerdeka.com - Polres Tapsel akhirnya berhasil mengungkap misteri penyebab kematian Sandro Simanjuntak warga Purba Tua Kecamatan Tantom, Kabupaten Tapanuli Selatan, Selasa (4/9/18).

"Usai dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi, polisi telah menangkap dan menetapkan tersangka Gimsar Simanjuntak sebagai pelaku pembunuh Sandro Simanjuntak,” terang Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Ismawansa kepada medanmerdeka.

Kepada petugas Gimsar telah mengakui dan membeberkan bagaimana ia melakukan pembunuhan terhadap Sandro Simanjuntak, “ujar Kasat.

Kejadian bermula ketika Minggu (26/8/18) sekira pukul 20.00 WIB, tersangka sedang minum tuak di Kedai milik Alpon Simanjuntak, yang kemudian anaknya datang menemuinya.

Selang beberapa lama korban (Sandro Simanjuntak) datang ke kedai tuak tersebut, yang kemudian mengganggu anak tersangka hingga sang anak mengeluarkan makian kepada Sandro.

Tidak terima dengan makian si anak, dengan rasa emosi Sandro bertanya, " siapa yg mengajarimu, biar aku bunuh, bapakmu yang ngajari biar aku bunuh, “teriaknya kepada anak tersangka.

Selanjutnya bersama anaknya tersangka meninggalkan kedai tuak pulang ke rumah, dan kemudian tersangka mengambil sebilah pisau lalu mendatangi tempat sebelumnya, ia kembali bertemu Sandro.

Setibanya di kedai tuak tersangka memberikan sebilah pisau tersebut kepada Sandro dan berkata "Bunuhlah siapa yang mau kau bunuh", yang lantas Sandro mengambil pisau tersebut dari tangan tersangka.

Setelah itu tersangka mengajak Sandro untuk minum tuak di tempat lain, keduanya pergi ke tempat yang dituju dengan mengendarai sepeda motor milik tersangka.

Sesampainya di TKP, Sandro Simanjuntak meminta tersangka agar menghentikan kenderaan dengan alasan ingin buang air kecil (di kebun Jagung Kolbert Simanjuntak).

Melihat tersangka masih menunggu di atas sepeda motornya, Sandro pun berujar, "kemarilah, tidak takut aku dengan kau", lalu tersangka mendatangi Sandro Simanjuntak.

Melihat sebilah pisau ada di tangan kiri Sandro Simanjuntak, tersangka pun mencoba mengambil sebilah pisau tersebut hingga keduanya terlibat perkelahian.

Tersangka akhirnya berhasil merebut pisau dari tangan Sandro, dan membacokan pisau tersebut ke arah Sandro berulangkali dan mengenai kepala serta dada Sandro Simanjuntak.

Sandro pun tumbang tak bergerak lagi, dengan mengoyang-goyangkan badan Sandro yang tak berkutik, tersangka mengatakan "Sudah matinya kau Sandro", ucapnya.

Usai berduel dengan Sandro, tersangka pulang dan menancapkan sebilah pisau tersebut di batang pohon aren. Tersangka pergi meninggalkan tubuh Sandro Simajuntak, hingga akhirnya warga menemukan mayatnya dalam keadaan telah membusuk.(anwar/mm)

Penulis:

Baca Juga