oleh

PWI Tabagsel Ajak Wartawan Tangkal Hoax

Medanmerdeka.com – Seorang wartawan dituntut untuk lebih cermat dan berperan aktif menangkal berita hoax.Hal ini hanya bisa dilakukan dengan menulis fakta sesuai panduan kode etik jurnalistik.

Hal ini terungkap dalam diskusi Pengenalan Lahan Konservasi dan Antisipasi Informasi Hoax, bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) dengan PT ANJ Agri Siais, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Conservation Internasional Indonesia (CII) dan pengurus PWI Tabagsel, Senin (4/6/2018) di Mega Permata Hotel, Jalan Imam Bonjol, Padangsidimpuan.

PWI Tabagsel Mohot Lubis mengatakan, di era serba digital atau gadget saat ini publik sulit untuk membedakan mana berita fakta ataupun hoax, di tengah eksistensi media sosial yang siapa saja dapat memproduksi berita begitu cepat tanpa melalui rambu-rambu etika jurnalistik yang sesungguhnya.

Disinilah dituntut peranan wartawan yang sesungguhnya, khususnya wartawan Tabagsel untuk menangkal berita hoax. “Keberadaan Pers sangat penting dan sudah menjadi kekuatan demokrasi. Pers ataupun wartawan berperan penting dalam menangkal berita-berita hoax dengan melakukan peliputan sesuai fakta dan kode etik jurnalistik,” tegasnya.

Dengan mengikuti rambu-rambu etika jurnalistik, produk tulisan hasil karya seorang wartawan akan berdampak positif bagi nara sumber berita, termasuk pemeritnahan maupun lembaga swasta yang menjadi objek berita. “Untuk itu saya mengajak insan pers di Tabagsel untuk bersama-sama menangkal hoax bersama dengan pemerintah. Hal ini harus dilakukan sehingga tidak ada lagi gesekan-gesekan dan fitnah di tengah-tengah masyarakat,” tegasnnya.

Disamping itu, Mohot Lubis juga berharap keterbukaan infomasi bagi pemerintah maupun lembaga swasta yang saat ini masih banyak yang enggan berhadapan dengan wartawan. “Lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta sebaiknya jika dimintai konfirmasi seorang wartawan harus terbuka. Tidak perlu takut jika benar, sebab akan menimbulkan berita yang simpang siur di tengah-tengah masyarakat. Konfirmasi seorang wartawan sangat diperlukan untuk keseimbangan berita sehingga tidak terjadinya fitnah,” katanya.(thoriq/mm)

Komentar

News Feed