Sahat Alami Gangguan Jiwa Sejak Ditinggal Pacar

Medanmerdeka.com – Sahat Galang Tarihoran (26), pelaku pembunuhan seorang bocah lima tahun di Desa Tandiat Baru, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mengalami gangguan jiwa karena ditinggalkan kekasih (pacar).

Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP Ismawansa mengatakan, sejak dua tahun yang lalu Sahat sudah mengalami gangguan jiwa, tepatnya ketika dia ditinggal pergi oleh kekasih yang disayanginya.

“Hasil keterangan yang dikumpulkaan di lapangan, dia (pelaku) mengalami kelainan jiwa sejak dua tahun yang lalu,”ujarnya.

Namun, dia terpaksa dipasung oleh warga karena dianggap sudah mengganggu kenyamanan. “Sejak delapan bulan yang lalu dia sudah dipasung, karena sudah mau mengganggu warga yang ada di tempat itu,”tuturnya.

Berdasarkan keterangan dari warga, setelah membacok bocah lima tahun itu, pelaku langsung melarikan diri kearah hutan, sehingga menghambat pencarian.

“Karena sudah malam, kami tidak mencari lagi karena dia masih memegang parang ketika melarikan diri,”katanya.

Dia berharap kepada seluruh warga yang melihat keberadaan pelaku agar segera memberitau pihak kepolisian, sehingga tidak ada lagi korban jiwa.

Sekedar mengingatkan, peristiwa itu berawal ketika korban bernama Marsia Panggabean, sedang bermain di pekarangan rumahnya.

Tiba-tiba pelaku mendatangi korban dengan membawa sebilah parang. Tanpa banyak tanya, Sahat langsung membacok bagian kepala sehingga mengalami luka berat dan akhirnya meninggal dunia.(thoriq/mm)

Comment