Syahrul Resmikan Masjid Al-Mukhlisin

Medanmerdeka.com - Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Syahrul M. Pasaribu meresmikan Masjid Al-Mukhlisin, Desa Silaiya, Kecamatan Sayurmatinggi, Senin (19/11).

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita, dihadiri anggota DPRD Tapsel Ali Adnan Nasution dan Husin Dalimunthe, Kadis PP dan KB Abdul Saftar, Camat Sayurmatinggi AM. Fadhil Harahap, Kabag Humas dan Protokol Isnut Siregar, Kabag Kesra Solahuddin Harahap, perwakilan Danramil, mantan Dirut BUMD TSM Hamdan Nasution, Ketua MUI, jajaran Pemerintahan Desa/Lurah, masyarakat Desa Silaiya dan segenap pengurus takmir masjid.

Bupati Tapsel H. Syahrul M. Pasaribu mengatakan, mengucapkan terima kasih kepada panitia  pembangunan masjid yang telah mengundang kami untuk meresmikan Masjid Al-Mukhlisin yang kita banggakan ini, saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan baik materil, moril, doa dan tenaga sehingga masjid ini dapat tuntas dengan baik, ucapnya.

Saya yakin dan percaya dengan kekompakan serta terjalinnya persatuan dan kesatuan antar sesama masyarakat khususnya masyarakat Desa Silaiya, maka pembangunan Masjid Al-Mukhlisin dapat selesai dengan cepat dan baik.

Bupati juga mengutarakan, masjid merupakan tempat ibadah bagi umat Islam, sedangkan orang yang turut dalam membangun masjid secara ikhlas berarti ia telah membangun istana buat kehidupannya kelak di akhirat, ungkap Syahrul.

Untuk itu saya berharap kepada seluruh masyarakat khususnya Desa Silaiya untuk dapat memanfaatkan dan memakmurkan masjid ini sebagai tempat ibadah dan kegiatan-kegiatan agama lainnya, harap Syahrul.

Apalagi kita pada beberapa waktu yang lalu telah memperingati hari santri nasional yang ke empat kalinya yang dimulai sejak tahun 2015 dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 22 tahun 2015 yang ditanda tangani oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 22 Oktober 2015.

Hal itu merupakan wujud pengakuan pemerintah terhadap peran para ulama dan santri. "Oleh karena itu jadikanlah masjid ini sebagai wadah kita untuk menentukan kemajuan suatu bangsa serta pusat pembinaan umat, selain tempat beribadah umat Islam, masjid juga dapat kita manfaatkan sebagai wadah pembentukan karakter generasi penerus bangsa," pungkasnya.

Ketua Panitia pembangunan masjid Amri Nasution mengatakan, saya atas nama masyarakat mengucapkan terima kasih kepada bapak bupati, karena atas bantuan dan dukungan bapak kepada kami begitu juga dengan masyarakat Desa Silaiya sehingga masjid kita ini dapat selesai pembangunannya dengan baik, ucapnya.

Amri juga menjelaskan, pembangun masjid Al-Mukhlisin yang berukuran 12 x 10 meter itu dilaksanakan selama tiga tahun lebih dimulai pada tanggal 28 Mei 2015 dengan menghabiskan biaya Rp. 1,3 milyard dengan sisa uang kas 38 juta. Biaya tersebut berasal dari bantuan Bupati sebesar 40 juta dan ibu Bupati 50 kotak keramik serta swadaya masyarakat Desa Silaiya beserta sumbangan para donatur lainnya. Selanjutnya Bupati menyerahkan bingkisan berupa kain sarung kepada perwakilan para tukang pembangunan masjid Al-Mukhlisin.(ir/mm)

Penulis:

Baca Juga