Besaran gaji honor disesuaikan APBD Kota Tebing Tinggi

Wali Kota Tetapkan Masa Kerja Tenaga Honor 5 Jam/Hari

APEL : Wali Kota Tebing Tinggi H Umar Zunaidi menyampaikan pesan dalam apel perdana tahun 2019, terkait jam kerja dan besaran gaji tenaga honorer di Pemko Tebing Tinggi.(foto:ist/)
APEL : Wali Kota Tebing Tinggi H Umar Zunaidi menyampaikan pesan dalam apel perdana tahun 2019, terkait jam kerja dan besaran gaji tenaga honorer di Pemko Tebing Tinggi.(foto:ist/)

TEBING TINGGI - Pegawai Pemerintah Non ASN ( pegawai honor) yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kota Tebing Tinggi diberikan dispensasi waktu bekerjanya selama 5 jam kerja (Pukul 08.00 - 13.00 WIB).

Masa kerja ini menyesesuaikan UMK Kota Tebing Tinggi yang ditetapkan Gubernur Sumut sebesar Rp2.338.840,41, namun karena kondisi APBD kita belum mampu menyesuaikanya, honor yang diberikan masih seperti mengacu tahun 2018, lalu.

Hal ini disampaikan Wali Kota Tebing Tinggi H.Umar Zunaidi Hasibuan saat memimpin apel pagi di sekertariat Pemko Tebing Tinggi, Rabu (2/1/2019) di halaman Kantor Pemko Tebing Tinggi Jl.Sutomo.

Dikatakan Wali Kota, kebijakan menetapkan 5 jam kerja bagi tenaga honor untuk memberikan kesempatan tenaga honor memanfaatkan waktu diluar  jam kerjanya untuk mencari tambahan penghasilan.

Namun demikian tenaga honor yang tetap melakukan tugasnya seperti biasa sampai usai jam dinas ASN, Pemerintah Kota Tebing Tinggi sangat mengapresiasinya dan menhargainya dan terima kasih atas pengabdiannya, ujar Walikota.

Untuk ASN, lanjut  wali kota mengingatkan untuk, besaran perolehan tunjangan kinerja (tunkir) akan disesuaikan dengan pekerjaan tidak lagi disamaratakan, yang rajin kerja dengan yang jarang masuk sama perolehannya, tidak seperti itu lagi.

Demikian pula bagi ASN yang tidak mengisi dan menyarankan Laporan Harta Kekayaan Pejabat (LHKP) dan Laporan Harta Kekayaan ASN (LHK-ASN) akan dikenakan saksi administrasi.

Wali kota berharap ASN dan tenaga honor tahun 2019 ini lebih meningkatkan kinerja dengan tetap berpedoman pada aturan yang berlaku, tingkatkan soliditas, solidaritas sesama ASN, jangan sekali-kali melakukan tindakan pelanggaran hukum.(amri)