Diduga cemari sungai Batang Ayumi

Warga Desak Pembangunan Sudirman Grand Palace Dihentikan

SIDIMPUAN - Warga Kelurahan WEK 5, Siborang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, mendesak pemerintah dan penegak hukum agar segera memberhentikan pembangunan Komplek Sudirman Grand Palace.

Warga menduga, pembangunan ini akan memberikan dampak buruk terhadap lingkungan. Pembuangan limbah menjadi kekhawatiran utama bagi warga.

Sebab, aliran Sungai Batang Ayumi, tepatnya di wilayah pembangunan rumah toko (ruko) lokasi lubuk larangan. Sejak lama, kawasan sungai itu sudah dijadikan lubuk larangan.

"Sebagai warga, saya takut pembangunan itu akan berdampam terhadap lubuk larangan di tempat itu," kata Ammar Ghozali kepada wartawan.

Sambungnya, hingga saat ini, Sungai Batang Ayumi masih menjadi handalan warga untuk keperluan mandi dan cuci pakaian. Tentunya, dengan dibangunnya komplek itu, maka warga merasa tidak nyaman lagi untuk mempergunakan air itu.

"Pastinya, limbah yang berasal dari komplek itu juga menjadi kekhawatiran kami, karena air sungai itu masih dipergunakan warga untuk keperluan sehari-hari,"tuturnya.

Ammar menduga bahwa, bangunan komplek Sudirman Grand Palace itu diduga sudah menggunakan aliran daerah sungai (DAS).

Apabila dugaan itu terjadi, maka aliran air sungai semakin menyempit. Dia meminta kepada Pemko Padangsidimpuan, untuk meninjau ulang bangunan tersebut, sehingga tidak ada yang dirugikan dengan berdirinya bangunan itu.

"Kesimpulannya, jangan mendatangkan manfaat dengan menghilangkan manfaat. Makanya, saya sebagai warga berharap banyak kepada pemerintah agar pembangunan Sudirman Grand Palace itu ditinjau ulang,"tandasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Abdi Abdillah mengaku, pihak kepolisian akan segera mendatangkan saksi ahli.

Penyelidikan itu dilakukan karena adanya laporan dari masyarakat bahwa, diduga bangunana itu berdiri di DAS Batang Ayumi.

"Kami akan datangkan saksi ahli terlebih dahulu, selanjutnya akan dilakukan penyelidikan,"tuturnya. Menurutnya, selain itu pihaknya juga akan memanggil dinas terkait yang mengeluarkan izin.(mm)

Penulis: Thoriq
Editor: Redaksi

Baca Juga