Desa yang Kini Menjadi Pusat Bisnis & Pemerintahan Simalungun

Bupati Simalungun, JR Saragih.(foto:davis/mm)

BELASAN tahun lalu Desa Pematang Raya, Kecamatan Raya, masih sebuah desa yang jauh dari kebisingan suara deru kendaraan. Selain infrastruktur jalan yang sempit, pemukiman penduduk juga masih sedikit. Kawasan ini masih sebuah perkampungan yang dikelilingi areal pertanian warga dan semak belukar.

Kini perkampungan itu menjadi sebuah Ibu Kota Kabupaten Simalungun, di Provinsi Sumatera Utara. Roda perekonomian masyarakat terdongkrak naik, beragam fasilitas maupun kantor perbankan sudah gampang ditemui di Jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan ke Kabupaten Karo dan Kabupaten Dairi, tersebut.

Perpindahan perkantoran Bupati Simalungun dari Pematang Siantar ke Raya memang sudah lama direncanakan dan menjadi salah satu program pemerintah setempat. Bahkan, perpindahan ini banyak dikeluhkan pegawai yang sudah mersa nyaman berkantor di kota.

Bisa dimaklumi. Apalagi jarak tempuh Pematang Siantar- Raya sekira 35 km atau lebih kurang 1 jam perjalanan. “Kalau dulu mendengar kantor pindah ke Raya, seperti mau menangis PNS-PNS ini, bahkan banyak yang minta pindah ke Pemko Siantar atau daerah lain. Apalagi, dulu kondisinya tidak sebaik sekarang ini,” kata Br Purba dalam bincang-bincang dengan medanmerdeka.com.

Keluhan-keluhan sejumlah PNS Kabupaten Simalungun direspon baik Bupati JR Saragih. Setelah diresmikan perkantoran bupati pindah, JR Saragih menyiapkan sarana transportasi umum setiap harinya dari Kota Siantar ke Raya. Periode pertama 2010-2015, JR Saragih memprioritaskan pembangunan infrastruktur menjadi jalan lintas Provinsi menghubungkan Kabupaten Karo- Dairi.

Secara otomatis arus lalulintas semakin padat. Sejumlah lampu penerangan, drainase, rambu-rambu lalulintas dan luasnya badan jalan menjadikan Raya jalur utama yang diminati pengguna jalan maupun transportasi umum. Inovasi JR Saragih mendapat apresiasi masyarakat, apalagi berdampak langsung terhadap nilai jual produksi pertanian masyarakat karena terbukanya jalur transportasi.

Masyarakatpun merespon pembangunan ini. Pertokoan-pertokoan mulai berdiri. Mulai dari menjual sembako, alat perkantoran hingga makanan tradisonil maupun nusantara sudah gampang ditemui. Melihat pertumbuhan yang signifikan, sejumlah perbankan juga memanfaatkan ini dengan membuka kantor cabang, diantara Bank Sumut, BRI maupun BNI.

Pembangunan masih terus dikembangkan. Selain berdirinya sekolah-sekolah swasta, Kecamatan Raya juga dibangun perguruan tinggi swasta maupun penginapan-penginapan bintang tiga hingga swalayan.

Sejak saat itu, Jalan Raya – Saribudolok setiap malam selalu ramai. Pencahaan yang terang dari gedung-gedung perkantoran maupun penerangan jalan raya membuat aktivitas bisnis terus berjalan. Bahkan, gedung Bupati Simalungun kini menjadi Icon  yang dilengkapi air mancur dan lampu hias warna-warni. Jadi tak heran, jika sejumlah warga yang melintas tak puas jika tidak selfie di depan air mancur dengan latar belakang Kantor Bupati Simalungun.

“Saat ini masyarakat suka bermedia sosial, makanya selain membangun kita juga harus menjadikannya sebagai media branding. Dengan banyaknya warga yang ber-selfie, maka semakin banyak yang memberanding Kota Simalungun,” kata

Dikaatkan JR Saragih, ke depan Pemkab Simalungun telah merencanakan perpindahan sejumlah perkantoran seperti Polres Polri dan Kodim 0207, KPUD dan kantorr BUMD Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtalihou maupun BPN. “Kita menginginkan ke depan kawasan ini menjadi benar-benar sebagai pusat pemerintahan,” ujar JR Saragih. Kini sejak menjadi ibu kota kabupaten, Desa Pematang Raya be-ubah status menjadi Kelurahan Pematang Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun.(davis/mm)

Comment