LPS Edukasi Mahasiswa Lewat Kuliah Umum dan Seminar

Mahasiswa FE Unimed dan LPS menggelar kuliah umum dan seminar “Millenial Cerdas Melek Keuangan”, Rabu (6/11/2019) di auditorium kampus.(Foto/Hms Unimed)

MEDAN - Ribuan mahasiswa FE Universitas Negeri Medan (Unimed) mengikuti kuliah umum dan seminar “Millenial Cerdas Melek Keuangan”, Rabu (6/11/2019) di auditorium kampus.

Hadir sebagai narasumber, Direktur Group Manajemen Risiko LPS Dewi Gayatri, Kepala Divisi Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan Fuad Zaen, Pimpinan Cabang Pembantu BRI Medan Windi Teguh, dan moderator dosen FE, Dr. Azizul Kholis, M.Si..

Kegiatan ini merupakan rangkaian Economy Expo 1.0, Fakultas Ekonomi Unimed bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dengan tujuan memberikan pengetahuan tentang mengelola keuangan dengan bijak dan meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya mahasiswa, mengenai keberadaan, fungsi dan tugas LPS sebagai bagaian dari kestabilan sistem perekonomian Indonesia.

Kuliah Umum dan Seminar dibuka Wakil Rektor III Prof. Dr. Sahat Siagian, M.Pd, yang dihadiri Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III, seluruh fungsionaris FE, dosen Ekonomi dan ribuan mahasiswa.

Wakil Rektor III Prof. Dr. Sahat Siagian, M.Pd. mengapresiasi Kuliah Umum yang dilaksanakan FE  dan LPS. Dan, kegiatan merupakan bagian dari Economy Expo 1.0 yang pertama dilaksanakan oleh FE. Dengan mengikuti Kuliah Umum ini, mahasiswa diharapkan dapat mengelola keuangannya dengan cerdas dan bijak.

Direktur Grup Manajemen Risiko LPS Dewi Gayatri menjelaskan, LPS dibentuk berasarkan UU No. 24 tahun 2004 merupakan lembaga independen di bawah Presiden yang berfungsi menjamin simpanan nasabah dan turut aktif dalam memelihara stabilitas sistem perbankan sesuai dengan kewenangannya.

LPS merupakan salah satu dari 4 pilar KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) yang terdiri dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan LPS.

Dalam melaknsakan fungsinya LPS mempunyai tugas yakni merumuskan dan menetapkan kebijakan pelaksanaan penjaminan simpanan.

Kemudian melaksanakan penjaminan simpanan. Merumuskan dan menetapkan kebijakan dalam rangka turut aktif memelihara stabilitas perbankan serta merumuskan.

Selanjutnya menetapkan serta melaksanakan kebijakan penyelesaian Bank Gagal (bank Resolution) yang tidak berdampak sisematik, serta melaksanakan penanganan Bank Gagal yang berdampak sistematik.

Sambung Dewi, LPS memilih Unimed untuk melaksanakan kuliah umum karena, Unimed merupakan salah satu mitra strategis LPS yang memiliki peran dalam pengembangan ilmu penegtahuan yang dapat mendukung peran dan fungsi LPS.

Selain itu, mahasiswa sebagai komponen utama kampus berpotensi sebagai agen yang dianggap penting dan efektif untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat. Dan selain itu, Medan salah satu kota yang tertinggi DPKnya di Indonesia.

Sementara itu, Fuad Zaen menjelaskan “terkait dengan program penjaminan simpanan, LPS juga menjamin tabungan nasabah, maksimal Rp. 2 miliar per nasabah per bank.

Dengan syarat 3 T yaitu Tercatat pada pembukuan Bank, Tingkat bunga simpanan tidak melebihi bunga penjaminan LPS dan Tidak melakukan tindakan yang merugikan Bank.

Jika tabungan kita lebih dari 2 - 10 Miliar, dan ingin dijamin LPS uang tersebut dapat dibagi menjadi beberapa Bank sesuai dengan ketentuan dari LPS. Saat ini aset LPS mencapai Rp. 118,79 Triliun (Data Per September 2019),” ujar Fuad Zaen.(rel)

Penulis:
Editor: Redaksi

Baca Juga