Gali Narasi Danau Toba, Forlispar Lakukan Diskusi

Medanmerdeka.com - Dalam mengembalikan pentingnya membangun narasi kebudayaan guna meningkatkan pariwisata di kawasan Danau Toba. Forum Jurnalis Pariwisata (Forlispar) Danau Toba menggelar diskusi 'Menggali Narasi Toba' di Hotel Grand Aston, Medan, Kamis, 13 Desember 2018.

Ketua panitia diskusi Menggali Narasi Toba, Wahyudi Aulia Siregar mengatakan banyak narasi-narasi Toba yang selama ini belum diketahui khalayak ramai. "Forlispar Danau Toba perlu terlibat untuk kembali menggali narasi-narasi kebudayaan di Toba untuk kembali dikemas dan disampaikan kepada masyarakat dunia. Upaya pelibatan itu ingin kami wujudkan dalam pelaksanaan sebuah seminar yang diberi tajuk Menggali Narasi Toba," ujarnya.

Pengemasan kembali narasi-narasi Toba, lanjutnya, juga akan membuat pembangunan pariwisata di Danau Toba lebih berwawasan lokal. Diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat sekitar Danau Toba dalam mengembangkan kepariwisataan di danau terbesar se-Asia Tenggara itu.

"Kita tahu lokasi-lokasi wisata alam yang menjadi andalan Danau Toba mulai direvitalisasi. Upaya menghadirkan program-program wisata sebagai destinasi baru juga terus digiatkan. Kendati demikian, upaya merevitalisasi destinasi wisata secara fisik itu belum linier dengan pengembangan destinasi kebudayaan, yang sesungguhnya juga memiliki nilai pariwisata tinggi," ungkap Wahyudi.

Dalam kesempatan itu, Direktur Umum Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo mengatakan banyak hal yang harus dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, salah satunya dengan menampilkan atraksi budaya dan pemandangan dari danau vulkanik tersebut.

"Selama ini alasan terkuat ke Danau Toba karena alama dan budaya perlu kita populerkan narasinya. Budaya ini banyak turunan bukan hanya Sigale-gale, tapi ada wisata kuburan di Tomok. Ada tempat lain bagus, banyak tempat bagus. Kita selalu mencoba menceritakan Danau Toba," jelasnya.

Saat ini aspek pembangunan keparisiwataan itu mulai berjalan. Misalnya untuk aksesibilitas, kualitas bandara serta jalan-jalan di sekitar kawasan Danau Toba sudah ditingkatkan. Pemerintah bahkan telah menghadirkan penerbangan internasional langsung dari Jakarta dan sejumlah negara tetangga, langsung ke tepi Danau Toba.

"Pemerintah sudah akses akan ditingkatkan. Banyak kapal baru yang akan masuk. Nanti juga ada shuttle bus seperti Damri. Kita ingin membangun nuansa yang kental. Pengembangan SDM juga perlu ditingkatkan. Banyak yang harus kita lakukan. Promosi juga perlu dilakukan untuk peningkatan kunjungan karena kita ingin perekonomian tumbuh di Danau Toba," tegasnya.

Dalam acara diskusi Menggali Narasi Toba juga dihadiri beberapa narasumber seperti Antropolog Universitas Sumatera Utara, Fikarwin Zuska; Etnomusikolog Universitas Sumatera Utara, Irwansyah Harahap, dan jurnalis senior Bersihar Lubis. (mm)

Penulis:

Baca Juga