Istana Kesultanan Bahran Kota Pinang Diharapkan Jadi Ikon Labusel

Medanmerdeka.com - Dialog Publik "Napak Tilas Kejayaan Kesultanan Bahran Kota Pinang yang dilaksanakan di Gedung Santun Berkata Bijak Berkarya, Kota Pinang Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Propinsi Sumatera Utara, Sabtu (22/12/2018).

Bertujuan untuk mengembalikan kembali marwahnya Kesultanan Bahran Kota Pinang yang merupakan peninggalan sejarah dalam hal kebudayaan.dan peninggalan sejarah pendahulu bangsa, yang diharapkan dapat menjadi ikon Kota Pinang Labuhan Batu Selatan ( Labusel)

Hal ini dikatakan Ketua Pengurus Besar Ikatan Keluarga Labuhan Batu Selatan ( PB IKLAS) Rivai Nasution dalam sambutannya di depan ratusan peserta Dialog Publik tersebut.

Menurutnya, berbagai opini muncul tentang Kesultanan Bahran Kota Pinang, diharapkan dengan Dialog ini dapat membantu untuk melakukan langkah - langkah apa, yang harus kita lakukan untuk mengangkat peninggalan Kesultanan Bahran Kota Pinang, sehingga dapat menjadi cagar budaya yang dapat diperkenalkan kepada dunia luar, bahwa Kota Pinang merupakan Kota Pusaka.

Ditambahkannya, selama 60 tahun Istana Bahran Kota Pinang terbengkalai, tidak dipelihara dengan baik dan di restorasi menjadi objek wisata yang membanggakan bagi masyarakat Labuhan Batu Selatan khususnya, dan masyarakat Sumatera Utara pada umumnya.

Tokoh masyarakat Labuhan Batu Selatan Kombes Pol Dedi Iskandar Hasibuan mengharapkan Istana Kesultanan Bahran Kota Pinang dapat menjadi ikon Kota Pinang.

Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai peninggalan para pendahulunya, oleh sebab itu," kita sebagai generasi yang mewarisi dan melihat peninggalan Istana Kesultanan Bahran Kota Pinang, diharapkan dapat memelihara dan melestarikan serta merawat Istana Kesultanan Bahran Kota Pinang, sehingga dapat menjadi ikon ibukota Labuhan Selatan,"harapnya.

Acara yang diprakarsai oleh organisasi kemasyarakatan yakni LIPPSU, PB IKLAS dan Daun Sirih ini menghadirkan beberapa keynote speaker seperti Azhari AM Sinnik, Amran Uthe, Ichwanul Ihsan, Tengku Mahmud Al Rasyid ahli waris Kesultanan Bahran Kota Pinang, Dr Suprayitno, Lucas Partande, Syahlan Jukhri Nasution, serta pembicara lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Sumatera Utara Amran Uthe yang mewakili Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan, di Sumatera Utara ada dua ratus cagar budaya, akan tetapi tidak semuanya tertata dengan baik.

Jika mengacu kepada undang undang No. 5 Tahun 2017 yang mengatur tentang cagar budaya, ditambah dengan ahli waris dan masyarakat Labuhan Batu Selatan yang mau bersama sama mengangkat dan memelihara Istana Kesultanan Bahran Kota Pinang,pasti Labuhan Batu Selatan akan jaya kedepannya

Diharapkan dengan Dialog Publik ini dapat membuat satu komitmen untuk dapat memajukan Labuhan Batu Selatan, dari sektor pariwisata dan budaya yang nantinya diharapkan dapat menambah kunjungan wisata ke Sumatera Utara umumnya, dan Labuhan Batu Selatan pada khususnya,  yang akan berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah atau PAD yang akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara dan Labuhan Batu Selatan," harapnya.(mm)

Penulis:

Baca Juga