Menikmati Wisata Pondok Biru Puncak Baruas di Batunadua

OBJEK wisata puncak Desa Baruas, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, salah satu destinasi wisata Tabagsel. Luasnya hamparan sawah dan perbukitan yang hijau, membuat mata wisatawan nyaman berkunjung di wisata alam Pondok Biru.

Puncak Baruas, biasa disebut berdiri sejak tahun lalu. Lahan pribadi ini dikelola tangan-tangan terampil Saharuddin Sinaga (43) dengan konsep view lereng hamparan sawah dengan latar belakang Bukit Barisan.

Menuju puncak Baruas tidaklah sulit. Dari ibu kota Padangsidimpuan hanya berjalan 3 km, bisa dilalui kendaraan roda empat atau lebih atau sekira 15 menit perjalanan. Walaupun lokasinya berbukit, puncak Baruas juga aman dan nyaman untuk rekreasi keluarga dan membawa anak-anak di bawah umur.

Di areal seluas 3 haktare ini, para wisawatan bisa berselfie ria dengan latar belakang hamparan sawah dan hijaunya dedaunan hutan perawan. Tidak hanya itu, pengelola juga menyediakan fasilitas untuk kebutuhan anda mengabadikan moment-moment penting dengan keamanan yang sudah teruji.

Walaupun arealnya berbukit, pengunjung bisa beristirahat di lokasi-lokasi yang disediakan sembari memandangi keindahan alam di dari atas. Tak heran, karena kenyamanannya banyak pengunjung setiap hari libur menghabiskan waktu bersama keluarga dan anak-anak di puncak Baruas.

Seperti dikatakan salah seorang pengunjung Nita (30) asal Kota Sibolga yang berjarak 3 jam dari puncak Baruas. Awalnya Nita menerima infomasi keindahan alam puncak Baruas dari keluarganya. “Yang kasih info keluarga, makanya kami kemarin. Wow ternyata view nya bagus dan nyaman buat rekreasi keluarga,” sebut perempuan berkulit kuning langsat ini kepada medanmerdeka.com, Kamis kemarin (17/10/2018).

Selain itu, arena bermain anak-anak juga dapat di temukan di areal wisata ini. Di bawah rimbunya pepohonan dan semilir angin di lereng bukit, wisawatan juga bisa menikmati hidangan khas daerah Tabagsel dan minuman segar yang bisa dipesan kepada pengelola.

Saharuddin optimis puncak Baruas akan setara  dengan objek-objek wisata lainnya di Sumatra Utara. Tak heran, jika Udin biasa disapa akan mengembangkan areal wisata ini lebih besar dan maju lagi dengan sarana dan prasana lengkap. “Saya masih terus belajar dengan mengamati tempat-tempat wisata daerah lain untuk diterapkan di lokasi ini,” katanya.(anwar/mm)

Comment