oleh

Menyambangi Desa Adat Penglipuran Bali, Salah Satu Desa Terbersih di Dunia

 

PROVINSI  Bali masih menjadi destinasi tujuan utama bagi para wisatawan mancanegara. Selain wisata alam, wisatawan dapat menikmati budaya serta kearifan lokal dari masyarakat adatnya yang masih dipertahankan hingga saat ini.

Salah satu objek wisata yang menarik dikunjungi wisatawan yaitu Desa adat Penglipuran. Desa wisata ini berada di di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli- Bali. Desa ini telah dianugerahi penghargaan Kalpataru, bahkan sudah diakui sebagai desa terbersih di dunia.

Kebersihan desa ini bisa langsung dilihat pengunjung mulai dari suasana hijau dan udara yang sejuk tanpa polusi. Tata letak bangunan rumah masih sangat tradisional, berjejer dan presisi sehingga membuat wisawatan yang mampir merasa nyaman, sembari melihat tanaman bunga warna-wani di halaman rumah warga desa.

Wajar jika dunia mengakui sebagai desa terbersih di dunia dan sudah layak disejajarkan dengan desa Giethoorn di Overijssel, Amsterdam serta Desa Mawlynnong Meghalaya di India.

Ketua Adat Desa Penglipuran, Wayan Supat yang ditemui saat kunjungan studi banding Humas Pemko Medan ke Desa Penglipuran mengatakan, di desa tersebut didiami sebanyak 240 KK dengan jumlah penduduk sebanyak 1005 orang. Hingga saat ini masih terdapat sebanyak 76 perkarangan rumah adat yang masih dipertahankan.

Dikatakan Wayan, terpilihnya Desa Penglipuran sebagai satu diantara tiga desa terbersih di dunia tak lain disebakan falsafah masyarakat adat yang masih terus dijunjung tinggi dan dipertahankan, yakni Falsafah Tri Hitakarana. Selain itu, masyarakatnya juga  selalu melakukan komunikasi bottom up dan bukan top down.

“Kami memiliki pandangan dan falsafah hidup yakni Tri Hitakarana. Tri itu artinya tiga, sedangkan hitakarana artinya harmoni, damai  sejahtera dan seimbang. Oleh karena itulah masyarakat berupaya untuk mencapai visi tersebut yakni kesejahteraan, keharmonisan dan kedamaian,” terang Wayan. (bersambung ke hal 2)

News Feed