oleh

PLN Sumut Tanam 20.000 Bibit Pohon di Hutan Wisata Situmorang

Medanmerdeka.com – PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memberikan bantuan 20.000 batang bibit pohon berbagai jenis senilai Rp199.100.000 ke tanah ulayat milik marga Situmorang yang akan dijadikan Hutan Wisata Situmorang yang terletak di Jalan Viktor Situmorang, Tele, Desa Partungkonaginjang, Kabupaten Samosir, Sumut, Selasa (14/8/2018).

Lewat kegiatan bertema “PLN Peduli Penanaman 20 ribu Bibit Pohon Hutan Wisata Situmorang” tampak hadir General Manager PT PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto, ahliwaris tanah ulayat Situmorang, Sudung Situmorang beserta keluarga, Kapolres Samosir AKBP Agus Darojat, Bupati Samosir yang diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sidion Tamba, dan warga sekitar.

GM PT PLN (Persero) Wilayah Sumut, Feby Joko Priharto mengatakan PLN berkomitmen selain memberikan penerangan juga berupaya bersahabat dengan lingkungan dan memberdayakan masyarakat juga kepada alam sekitar.

Kata Feby, kegiatan hari ini adalah wujud komitmen PLN selama ini yang sudah banyak melakukan kegiatan CSR di Sumatera Utara, yang bertujuan untuk memberdayakan lingkungan. Salah satunya adalah Hutan Wisata Situmorang ini.

“Harapan kami (PLN) hutan ini menjadi suatu tempat yang monumental dan kami bangga menjadi bagian dari kegiatan ini. Terimakasih kepada bapak dan ibu pegiat yang selama ini berupaya melestarikan lingkungan. Tentunya semaksimal mungkin PLN akan terus mensuport kegiatan ini menjadi lebih baik,” terang Feby.

Terkait hal ini, Sudung sebagai salah satu ahliwaris tanah ulayat marga Situmorang menjelaskan, bahwa mereka adalah ahliwaris generasi ke 18. Dia menerangkan tanah nenek moyang mereka sebenarnya mencapai ribuan hektar.

“Tapi karena itu merupakan tanah dan pemerintah maju mundur dalam mengakuinya. Dan pada tahun 2017 akhir, pemerintah baru mengeluarkan surat keputusan dari Bupati Samosir yang melepaskan 870 Hektar kepada kami,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Sesjampidsus).

Dijelaskannya, lahan seluas 870 Ha, ini nantinya akan ditanami kembali dengan tanaman yang produktif, seperti petai, jengkol dan aren. “Dan itu semua nantinya akan dikelola dengan keluarga yang ada disini,” jelas Sudung.

Dikatakannya, sumber air di lahan wisata Situmorang banyak dan menjadi salah satu kawasan tangkapan air untuk Danau Toba. Apalagi lahan ini sampai ke Dairi, Sidikalang dan Humbahas. Namun, pada saat ini semuanya tak terurus karena ada sebagian hutannya sudah gundul.

“Melihat potensi itulah, mengapa kami ahliwaris marga Situmorang, membuka lahan ini dan menanaminya kembali. Bisa kalian bayangkan jika Danau Toba itu kurang serapan airnya dan akhirnya menjadi gurun. Sekarang saja permukaan air Danau Toba sudah berkurang 7 meter,” ungkapnya.

Selain menanam hutan kembali, Sudung juga berniat untuk mengembalikan satwa-satwa yang selama ini ada di kawasan tersebut. “Disini masih ada satwanya seperti moyet dan burung-burung. Jadi kalau ada yang menginap disini selain menikmati hutan juga bisa melihat satwa. Makanya saya sangat berterima kasih kepada PLN, yang mau menyumbangkan 20 ribu bibit pohon ke lahan ini. Jadi lahan ini bisa menjadi hutan lestari. Dan kita membuat ini bukan untuk kekayaan kita, tapi untuk kebutuhan masyarakat. Saya senang, saya bangga, kawan-kawan datang ke sini. Tolong diinformasikan mana tau setelah diinformasikan ada lagi kawan-kawan yang mau menyumbangkan pohon lagi kemari,” ujarnya.

Puncak kegiatan sendiri ditandai dengan penyerahan bibit pohon secara simbolis kepada Sudung Situmorang, selaku ahliwaris. Kedua pihak bersama Kapolres Samosir beserta Kadis Lingkungan Hidup, secara bersamaan menanam bibit pohon di areal lahan. (may/mm)

Komentar

News Feed