Sergai Kembangkan Budaya dan Adat Melayu sebagai Objek Wisata

SERGAI – Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Poraparbud) menggelar Festival Pinangan, Hantaran dan Nasi Hadap-hadapan. Selain melestarikan adat dan budaya melayu, event ini diharapkan menjadi agenda pariwisata.

Event yang dipusatkan di objek wisata pantai Sri Mersing, Kecamatan Cermin, Minggu (1/12/2019) dihadiri Assisten II Ekbangsos Kaharuddin, Kadisdik Sergai Joni Walker Manik dan Kadis Poraparbud.

Kaharuddin mengatakan, Sergai yang dikenal Tanah Bertuah Negeri Beradat yang dikenal memiliki beraneka ragam adat dan  budaya. Pada prinsipnya keaneka ragaman budaya yang ada ini merupakan potensi yang dapat membentuk Karakter, Citra dan Identitas budaya itu sendiri.

Festival Pinangan, Hantaran, dan Nasi Hadap-hadapan Adat Melayu ini digelar dalam rangka mengembangkan ekonomi kreatif subsektor kuliner dengan konsep industry pariwisata.

Kadis Poraparbud Sergai  Sudarnomenuturkan Festival diikuti 60 peserta dari lima kecamatan, masing-masing Pantai Cermin, Perbaungan, Teluk Mengkudu, Sei  Bamban dan Sei Rampah. Kegiatan Festival ini bertujuan untuk mengembangkan adat istiadat etnis Melayu yang ada di Sergai.

Kegiatan ini untuk menggali tradisi adat suku Melayu dan menumbuh kembangkan potensi wisata berbasis budaya di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat. “Ini suatu bentuk kepedulian Pemkab Sergai untuk melestarikan Budaya Melayu serta Kesenian di objek wisata. Sehingga akan menarik wisatawan Lokal maupun Mancanegara  berkunjung di beberapa Objek Wisata  yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai," ujarnya.

Pada akhir kegiatan Festival Pinangan, Hantaran, dan Nasi Hadap-hadapan Adat Melayu Tahun 2019 ini pemenang lomba.

Kategori Nasi Hadap Hadapan diraih,  Juara I Kecamataan Sialang Buah, Juara II Kecamataan Sei Bamban dan Juara III dari APPSI Sergai Perbaungan.

Sementara itu Kategori Pinangan dan Hantaran diraih, Juara I PKBM Sergai, Juara II Kecamataan Sei Rampah, dan Juara III Kecamataan Perbaungan.

Komentar

Loading...