Wisatawan Masih Takut Berlayar di Danau Toba

Ilustrasi/Dok.
Ilustrasi/Dok.

Medanmerdeka.com - Libur Natal tidak mempengaruhi nasib pengusaha kapal pariwisata di kota turis Parapat, yang sebagian besar masih tetap tidak beroperasi hingga saat ini.

Salah seorang pemilik kapal pariwisata di Parapat,Kecamatan Girsang Sipanganbolon,Kabupaten Simalungun,R Siallagan mengatakan, hingga saat ini wisatawan masih enggan menggunakan kapal pariwisata untuk berkeliling Danau Toba.

Menurutnya hampir dua pekan libur sekolah meski banyak wisatawan yang mulai berdatangan ke Parapat namun hanya 2 atau 3 kapal pariwisata yang beroperasi selama sepekan.

"Tidak ada pengaruhnya libur Natal,tetap saja kapal pariwisata yang jalan (beroperasi) hanya 2 atau 3 kapal saja dalam seminggu,wisatawab masih takut naik kapal," kata Siallagan,Rabu (26/12/2018).

Dari sekitar 60 saat ini kapal pariwisata sejak libur sekolah pertengahan Desember lalu paling banyak 6 kapal saja yang digunakan wisatawan.

Menurutnya tragedi KM Sinar Bangun masih meninggalkan ketakutan bagi wisatawan untuk naik kapal wisata.

Padahal saat ini menurutnya hampir seluruh kapal pariwisata di kawasan Danau Toba sudah dilengkapi alat keselamatan pelayaran dan sudah diuji oleh Kementerian Perhubungan.

Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Simalungun,Ramadani Purba membenarkan jika saat ini 67 kapal pariwisata dan penyeberangan di kawasan Danau Toba sudah dilengkapi dengan alat keselamatan pelayaran dan sudah dilakukan pemeriksaan oleh Kementerian Perhubungan.

"Dari sekitar 75 lebih yang dilakukan pemeriksaan kelayakan kapal dan alat keselamatan pelayaran 67 kapal aman berlayar termasuk kapal pariwisata di Parapat," sebut Ramadani.(ir/mm)

Penulis:

Baca Juga